Mengapa saya Hijrah ke Linux?

Beberapa bulan yang lalu, ketika sedang streaming ceramah di youtube, tidak sengaja terlintas di benak saya, bolehkah saya memakai windows bajakan? Alhamdulillah Allah memberikan saya hidayah, dan menggerakkan tangan saya untuk mengetikkan keyword pencarian di yotube search: “hukum windows bajakan”. Dan keluarlah salah satu potongan tanya jawab dengan Ustadz DR. Khalid Basalamah hafidzahullah di channel Lentera Islam. Berikut ceramahnya. 

Dan ternyata menurut beliau menggunakan sistem operasi dan aplikasi bajakan termasuk mendzalimi orang lain, walaupun itu merupakan aplikasi dan sistem operasi yang dibuat dan dikembangkan oleh orang kafir (non-muslim). Tergetar hati saya mendengar penjelasan beliau, sehingga langsung setelah selesai menonton ceramah tersebut saya mulai browsing tentang linux. Distro pertama yang saya install adalah linux mint Serena Cinnamon edition (18.1) 64-bit. Tampilannya mirip windows xp. Namun saya kurang puas karena mint merupakan pengembangan dari ubuntu. Dan karena termasuk distro baru, maka masih banyak kekurangan dari segi dukungan sistem operasinya. Komunitasnya juga masih terbilang kecil, meskipun sudah rilis sejak 2006 [sumber], namun versi yang lumayan stabil baru ada sejak 2014 (mohon koreksi dari sini jika terdapat kesalahan).

Setelah kurang puas dengan mint, saya pun mulai mencari ke base dari linux mint, yaitu ubuntu 16.04 LTS Xenial Xerus 64-bit. Dan, WOW. What an OS this is! Begitu banyak repository, dukungan komunitas, tampilan yang benar-benar “crispy” dan berbeda jauhh dari windows. Interface-nya pun jauh lebih menyenangkan. Dengan konsumsi resource RAM kurang dari 1 GB dalam keadaan stand-by (hanya aplikasi latar belakang yang berjalan), bandingkan dengan Windows 10 64-bit yang memakan hingga 1,8 GB RAM saat stand-by saja. Belum lagi konsumsi disk yang seringkali mencapai 100% di Windows 10 akibat telemetry (penjelasan tentang telemetry disini).

Memang berat untuk hijrah ke Linux. Saya harus memulai lagi belajar semuanya. Menggantikan Windows Store dengan Software Center, CMD dengan Terminal, Adobe Photoshop dengan GIMP, Corel Draw dengan InkScape, Windows Explorer dengan Nautilus, Microsoft Office dengan LibreOffice, control panel dengan Unity Tweak Tool/GNOME Tweak Tool, dan masih banyak lagi yang belum bisa saya explore satu per satu karena keterbatasan waktu. Namun karena hati sudah mantap untuk berhijrah, maka semua itu dapat terjalani dengan ringan saja tanpa beban. Terlebih jika mengingat saya harus berhadapan dulu dengan Bill Gates di yaumil hisab nanti, tertunda masuk surga hanya gara-gara Windows bajakan. Nggak lucu, soub.

Selain itu saya juga sudah lelah, harus mendownload software ber-giga-gigabyte dan harus pula mencari cara crack-nya. Harus menghide IP, atau menuggu beberapa hari untuk satu torrent software. Semua itu melelahkan, soub. Kalaupun harus hijrah ke MacOS, belum ada biaya untuk membeli device-nya. Lebih enak di Ubuntu, tinggal cari package yang ingin di-install, atau tambahkan repository-nya ke ppa, atau cari di Software Center. Jauh lebih mudah dan tidak melelahkan.

Lebih lanjut berikut penjelasan dari pertanyaan serupa yang ditanyakan kepada Ustadz Erwandi Tirmidzi, MA hafidzahullah.

Saya percaya, bahwa menggunakan Windows dan aplikasi bajakan bukanlah kondisi darurat, karena kita memiliki resource dan kemampuan untuk belajar. Hanya saja kita seringkali malas dan terlalu menggampangkan memilih perangkat lunak dan sistem operasi bajakan, tanpa tahu pertimbangannya di yaumil hisab kelak. Wallahul musta’an. Semoga Allah memberikan kita hidayah dan kekuatan untuk memperbaiki banyak hal mulai dari sekarang, mulai dari yang terkecil, dan mulai dari diri kita sendiri.

Kalimantan Selatan, 24 Mei 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s